Rabu, 02 Juni 2010
Belajar Tetap Beriman.
Iman? Beriman? Sebuah kata-kata yang sudah sangat sering kita dengar, kadang kita diskusikan. Bagi sebagian besar manusia perlu mengimani sesuatu, bagi manusia yang lain tidak perlu bahkan sama sekali antipati dan cuek pada yang satu ini. Sebenarnya saat manusia membutuhkan sesuatu yang mempunyai kuasa dan kemampuan lebih dari dirinya sendiri, maka mau tidak mau dia harus mempunyai sikap mental mempercayai sesuatu. Sikap inilah yang banyak disebut dengan iman,percaya atau apapun istilah lainnya yang berkaitan dengan rasa percaya. Terlebih lagi saat manusia dalam keadaan terdesak, tertekan, depresi karena suatu hal, dan di luar kemampuan manusia untuk menjalaninya, iman inilah jawaban satu-satunya yang masuk akal. Manusia hanya berpikir dengan akal dan merasakan dengan hati, tetap terus beriman untuk menjalani segala hal di kehidupannya. Beriman juga membangkitkan suatu harapan, entah harapan untuk suatu pertolongan, harapan akan masa depan, bahkan harapan akan sesuatu yang rasanya tak masuk akal. Tanpa iman mustahil ada suatu pengharapan, apapun bentuknya.Suatu sikap yang bijaksana adalah menjalani segala sesuatunya dengan kemampuan yang ada dan terus menerapkan suatu pembelajaran dalam diri sendiri bahwa manusia akan terus belajar beriman kepada sesuatu, sehingga melalui iman itu akan timbul suatu pengharapan sebagai pemicu usaha seseorang dan bertambahnya iman itu sendiri. Lingkaran yang tidak akan ada habisnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar